Tuhan kenapa
kau mempertemukannya lagi denganku setelah sekian lama. Kenapa Engkau
mempertemukannya denganku dengan keadaannya yang seperti sekarang? Aku benci
dia yang sekarang, entah kenapa segalanya berubah, aku benci ini. Semua orang
yang kuketahui dahulu baik, sekarang berubah, perubahan yang berbeda, menjadi
lebih buruk. Entah aku yang salah mengira atau apa, tapi aku sangat tidak
menyukai ini.
Kenapa aku
harus dipertemukan lagi dengannya? Akal sehatku membeci dia yang sekarang,
sangat membencinya. Tapi, hatiku tetap saja menunggunya, menunggu dia yang dulu
menghampiriku, berharap dia yang dulu mencariku lagi. Apakah hati kecilku bodoh
atau bagaimana?
Aku ingin
hatiku mengikuti akal sehatku, tapi tetap sulit mengajak hatiku mengikuti akal
sehatku. Tuhan bantu aku melupakannya, beri aku seseorang yang lebih baik
darinya. Seseorang yang dapat membimbingku lebih baik dari sebelumnya,
seseorang yang dapat menemaniku dunia akhirat, seseorang yang special, karna
aku menunggunya begitu lama. Berikan seseorang yang mengubah hidupku menjadi
begitu berwarna, mengubah hidupku menjadi lebih baik.
Tuhan jika
dia sudah didekatku berikanlah tandanya, jika dia jauh dariku lindungilah dia,
pertemukan kami seperti pertemuan musim semi dan bunga sakura, pertemukan kami bagai
harumnya bunga.
Jadikanlah
sahabatku yang sekarang agar tetap menjadi sahabatku sampai kapanpun.
Tuhan,
terimakasih engkau selalu mengabulkan semua doa-doaku engkau memberikan segala
hal yang kubutuhkan, engkau telah mempertemukanku dengannya dan mempertemukanku
dengan sahabat kecilku. Walau pertemuanku dengannya tidak semanis pertemuan
dulu di sekolah, tapi pertemuan ini memang keinginanku, terimakasih Tuhan,
setidaknya rinduku terbayar dengan ini bahkan rumah kam sekarang sangat dekat
walau hati kita sekarang jauh. Mungkin suatu saat kita bisa berteman. Entah
kenapa dia masih menjadi laki-laki pertama yang aku cintai sampai saat ini.
Sulit sekali mempercayai ini, tapi itu semua berlalu sudah 9 tahun yang lalu.
Entah apa
yang membuatku bisa menerimanya, entah apa yang membuat hatiku tergerak untuk
mencintainya, yang jelas dia telah berhasil mengambil hatiku hingga saat ini. Dia
begitu manis, dia begitu keren, dia juga cerdas, dia ceria dan dia juga
bertanggung jawab. Itulah dia dulu dimataku. Dia begitu berani mendekati wanita
sejutek diriku, dia begitu agresif ketika berbicara denganku, tetapi dia apa
adanya, dia tidak pernah membuat cerita apapun. Sungguh, aku sama sekali tidak
tertarik padanya, tapi dia bisa membuatku tertarik pada akhirnya.
Dia satu-satunya
laki-laki yang berani menatapku seperti itu, menarik tanganku dengan segala tingkahnya, walau dia memang
agak mesum!
Aku masih
mencintainya….
Hingga saat
ini…
Tapi, dia
sama sekali tidak mengingatku, dia sama sekali tidak terkesan denganku. Dia sama
sekali tidak menganggap itu manis, dia melupakannya, dia tidak mengingatnya
sedikitpun, aku ingin menanyakan pertanyaan-pertanyaan padanya, dia
meningalkanku begitu saja, dia menghilang begitu saja tanpa cerita apapun
padaku sebelumnya. Maafkan aku, mungkin aku terlalu mengabaikanmu dulu, tapi
kau harus tahu aku benar-benar mencintaimu, hanya saja waktu itu aku tidak bisa
memperlihatkannya padamu.
Ketika kau
pergi dari sekolah, ketika terakhir kalinya aku menjabat tanganmu, aku masih
mengingatnya sampai sekarang. Maaf waktu itu aku terlalu malu memperlihatkan
itu, maaf aku melepas jabatanmu, aku tahu kamu pasti kecewa, aku harap kamu
mengerti.
Aku
memeperhatikanmu saat itu, aku melihat langkahmu keluar dari kelas, aku masih
sangat mengingatnya, aku ingin mengucapkan kata maaf saat itu, aku ingin
menanyakan mengapa kau pergi begitu saja? Aku melihat pundak itu pergi perlahan
dari pandanganku, aku melihat punggung orang yang kucintai pergi sampai
punggung itu tak terlihat lagi olehku. Aku menjadi wanita bodoh, aku tidak bisa
menanyakan itu, aku tidak bisa mengatakan selamat tinggal padamu, tapi, aku
memiliki harapan, aku beranggapan, itu sebagai hukumanku saat itu.
Setelah kau
pergi aku mengubah hidup dan pikiranku, aku ingin menyeimbangkannya agar aku
pantas bersamamu, aku belajar sekeras mungkin, hingga akhirnya aku lumayan
menjadi siswa teladan, aku berharap jika kita bertemu lagi aku bisa
memberitahumu aku juga siswa pintar di sekolah. Aku sama sepertimu dulu.
Tapi,
ternyata harapanku tak tak terbalas. Kau berbeda, disaat kita bertemu kau
berbeda, kau bukan laki-laki yang kukenal dulu.
Kenapa kau
menjadi seperti sekarang?
Kenapa kau
meninggalkanku dulu?
Kenapa kau
meninggalkanku tanpa sepatah katapun?
Kenapa kau
dulu melibatkanku pada dirimu?
Kenapa kau
membiarkanku mencintaimu?
Kenapa kau
pergi tanpa mengatakan hubungan kita berakhir?
Jika ku
pernah mengatakannya tolong beritahu atau ingatkan aku kapan, dimana kau
mengatakannya?
Aku bertahan
sejauh ini, karena aku berpikir kita masih memiliki hubungan itu, aku bertahan,
aku menunggumu, aku memperbaiki diriku untukmu, aku menjaga diriku untuk
bertemu denganmu.
Tapi kau
sama sekali tidak mengingatku, apakah aku bodoh? Tolong jawab aku!
Jika kau
tidak lagi menginginkan itu kembali, tolong katakan kita berakhir sampai
disini, tolong yakinkan aku jika kau sekarang bukanlah kau yang ku kenal dulu.
Tolong sadarkan aku dari harapanku bersamamu.
Aku yakin
kau memiliki alasan kenapa kau seperti ini, jika kau ijinkan, aku ingin tahu alasan
itu, aku masih memiliki sedikit harapan kau kembali seperti dulu, walaupun
mungkin kita tidak bisa seperti dulu.
Kau harus
tahu satu hal, mungkin aku bukanlah wanita terindah dalam hidupmu, aku tidaklah
special di banding wanita-wanita yang telah kau berikan cinta, aku yakin itu. tapi
selama itu aku menunggumu kembali, aku menunggumu mencariku. Karena aku
berharap kau masih menganggapku special, aku tak peduli seburuk apa kau disana.
Tapi,
sekarang aku sudah menemukanmu, walau kau berbeda. Tapi aku yakin hati kecilmu
tidak pernah berubah.