Senin, 20 April 2015

My First Sweet Love but he's doesn't



Tuhan kenapa kau mempertemukannya lagi denganku setelah sekian lama. Kenapa Engkau mempertemukannya denganku dengan keadaannya yang seperti sekarang? Aku benci dia yang sekarang, entah kenapa segalanya berubah, aku benci ini. Semua orang yang kuketahui dahulu baik, sekarang berubah, perubahan yang berbeda, menjadi lebih buruk. Entah aku yang salah mengira atau apa, tapi aku sangat tidak menyukai ini.
Kenapa aku harus dipertemukan lagi dengannya? Akal sehatku membeci dia yang sekarang, sangat membencinya. Tapi, hatiku tetap saja menunggunya, menunggu dia yang dulu menghampiriku, berharap dia yang dulu mencariku lagi. Apakah hati kecilku bodoh atau bagaimana?
Aku ingin hatiku mengikuti akal sehatku, tapi tetap sulit mengajak hatiku mengikuti akal sehatku. Tuhan bantu aku melupakannya, beri aku seseorang yang lebih baik darinya. Seseorang yang dapat membimbingku lebih baik dari sebelumnya, seseorang yang dapat menemaniku dunia akhirat, seseorang yang special, karna aku menunggunya begitu lama. Berikan seseorang yang mengubah hidupku menjadi begitu berwarna, mengubah hidupku menjadi lebih baik.
Tuhan jika dia sudah didekatku berikanlah tandanya, jika dia jauh dariku lindungilah dia, pertemukan kami seperti pertemuan musim semi dan bunga sakura, pertemukan kami bagai harumnya bunga.
Jadikanlah sahabatku yang sekarang agar tetap menjadi sahabatku sampai kapanpun.
Tuhan, terimakasih engkau selalu mengabulkan semua doa-doaku engkau memberikan segala hal yang kubutuhkan, engkau telah mempertemukanku dengannya dan mempertemukanku dengan sahabat kecilku. Walau pertemuanku dengannya tidak semanis pertemuan dulu di sekolah, tapi pertemuan ini memang keinginanku, terimakasih Tuhan, setidaknya rinduku terbayar dengan ini bahkan rumah kam sekarang sangat dekat walau hati kita sekarang jauh. Mungkin suatu saat kita bisa berteman. Entah kenapa dia masih menjadi laki-laki pertama yang aku cintai sampai saat ini. Sulit sekali mempercayai ini, tapi itu semua berlalu sudah 9 tahun yang lalu.
Entah apa yang membuatku bisa menerimanya, entah apa yang membuat hatiku tergerak untuk mencintainya, yang jelas dia telah berhasil mengambil hatiku hingga saat ini. Dia begitu manis, dia begitu keren, dia juga cerdas, dia ceria dan dia juga bertanggung jawab. Itulah dia dulu dimataku. Dia begitu berani mendekati wanita sejutek diriku, dia begitu agresif ketika berbicara denganku, tetapi dia apa adanya, dia tidak pernah membuat cerita apapun. Sungguh, aku sama sekali tidak tertarik padanya, tapi dia bisa membuatku tertarik pada akhirnya.
Dia satu-satunya laki-laki yang berani menatapku seperti itu, menarik tanganku  dengan segala tingkahnya, walau dia memang agak mesum!
Aku masih mencintainya….
Hingga saat ini…
Tapi, dia sama sekali tidak mengingatku, dia sama sekali tidak terkesan denganku. Dia sama sekali tidak menganggap itu manis, dia melupakannya, dia tidak mengingatnya sedikitpun, aku ingin menanyakan pertanyaan-pertanyaan padanya, dia meningalkanku begitu saja, dia menghilang begitu saja tanpa cerita apapun padaku sebelumnya. Maafkan aku, mungkin aku terlalu mengabaikanmu dulu, tapi kau harus tahu aku benar-benar mencintaimu, hanya saja waktu itu aku tidak bisa memperlihatkannya padamu.
Ketika kau pergi dari sekolah, ketika terakhir kalinya aku menjabat tanganmu, aku masih mengingatnya sampai sekarang. Maaf waktu itu aku terlalu malu memperlihatkan itu, maaf aku melepas jabatanmu, aku tahu kamu pasti kecewa, aku harap kamu mengerti.
Aku memeperhatikanmu saat itu, aku melihat langkahmu keluar dari kelas, aku masih sangat mengingatnya, aku ingin mengucapkan kata maaf saat itu, aku ingin menanyakan mengapa kau pergi begitu saja? Aku melihat pundak itu pergi perlahan dari pandanganku, aku melihat punggung orang yang kucintai pergi sampai punggung itu tak terlihat lagi olehku. Aku menjadi wanita bodoh, aku tidak bisa menanyakan itu, aku tidak bisa mengatakan selamat tinggal padamu, tapi, aku memiliki harapan, aku beranggapan, itu sebagai hukumanku saat itu.
Setelah kau pergi aku mengubah hidup dan pikiranku, aku ingin menyeimbangkannya agar aku pantas bersamamu, aku belajar sekeras mungkin, hingga akhirnya aku lumayan menjadi siswa teladan, aku berharap jika kita bertemu lagi aku bisa memberitahumu aku juga siswa pintar di sekolah. Aku sama sepertimu dulu.
Tapi, ternyata harapanku tak tak terbalas. Kau berbeda, disaat kita bertemu kau berbeda, kau bukan laki-laki yang kukenal dulu.
Kenapa kau menjadi seperti sekarang?
Kenapa kau meninggalkanku dulu?
Kenapa kau meninggalkanku tanpa sepatah katapun?
Kenapa kau dulu melibatkanku pada dirimu?
Kenapa kau membiarkanku mencintaimu?
Kenapa kau pergi tanpa mengatakan hubungan kita berakhir?
Jika ku pernah mengatakannya tolong beritahu atau ingatkan aku kapan, dimana kau mengatakannya?
Aku bertahan sejauh ini, karena aku berpikir kita masih memiliki hubungan itu, aku bertahan, aku menunggumu, aku memperbaiki diriku untukmu, aku menjaga diriku untuk bertemu denganmu.
Tapi kau sama sekali tidak mengingatku, apakah aku bodoh? Tolong jawab aku!
Jika kau tidak lagi menginginkan itu kembali, tolong katakan kita berakhir sampai disini, tolong yakinkan aku jika kau sekarang bukanlah kau yang ku kenal dulu. Tolong sadarkan aku dari harapanku bersamamu.
Aku yakin kau memiliki alasan kenapa kau seperti ini, jika kau ijinkan, aku ingin tahu alasan itu, aku masih memiliki sedikit harapan kau kembali seperti dulu, walaupun mungkin kita tidak bisa seperti dulu.
Kau harus tahu satu hal, mungkin aku bukanlah wanita terindah dalam hidupmu, aku tidaklah special di banding wanita-wanita yang telah kau berikan cinta, aku yakin itu. tapi selama itu aku menunggumu kembali, aku menunggumu mencariku. Karena aku berharap kau masih menganggapku special, aku tak peduli seburuk apa kau disana.
Tapi, sekarang aku sudah menemukanmu, walau kau berbeda. Tapi aku yakin hati kecilmu tidak pernah berubah.